The superb blog 7105

Accueil - Profil - Mon itinéraire - Livre d'or - Archives - Album photos - Amis -

Nurdin Halid,mafia PSSI - Publié à 20:25, le 26/06/2018,
Mots clefs :

Nurdin Halid telah memperoleh reputasi internasional untuk kepemimpinan kediktatorannya saat dia memegang posisi sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Dia bahkan dilaporkan di NY Times sebagai ketua kontroversial yang telah menyebabkan demonstrasi massa di mana ratusan Orang Indonesia telah turun ke jalan di seluruh negeri untuk menuntut pengunduran dirinya.

Karirnya dimulai pada tahun 2003 yang mana dilaporkan pencalonannya dibeli dengan uang yang ia gunakan untuk melobi dukungan dari anggota PSSI lainnya. Lawannya yang berjuang untuk posisi yang sama,

Soemaryoto dan Jacob Nuwawea tidak senang tetapi karena mengetahui riwayat tentang konfliknya dengan hukum dan koneksinya yang luas mereka terus bungkam tentang hal itu.

Nurdin Halid merupakan seseorang yang selalu dilanda kontroversi,dia juga dituduh mengumpulkan kekayaan untuk dirinya dan rekan dekatnya secara ilegal. Dimana ia menghadapi dugaan bahwa ia mengantongi 100 juta rupiah dalam pendanaan pemerintah untuk tim di Provinsi Kalimantan Timur. Keinginannya yang kuat untuk menggunakan asosiasi dengan mempolitisasi itu jelas disorot ketika ia juga dituduh mengubah asosiasi menjadi organ untuk menyebarkan pengaruhnya dari para politisi di partainya, Golkar, yang merupakan koalisi dengan partai bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,

Di bawah kepemimpinannya, PSSI juga telah menurun dari segi prestasi untuk tim nasional. Tiga kali tim gagal lolos ke semifinal SEA Games pada 2003, 2007, dan 2009.Pada tahun 2005 PSSI memang lolos ke semifinal, namun itu hanya karena asosiasi itu dipimpin oleh Pjs Agusman Effendi karena Nurdin Halid berada di penjara pada masa itu. .

Dia juga terlibat dengan aturcara membeli dan menjual piala sejak musim 2003 karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung dalam pemilihan dan mereka adalah dari Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007),

Persipura Jayapura (2008/2009).

Kabarnya Nurdin juga memanipulasi FIFA dengan laporan keuangannya yang tidak jelas, terutama dana Goal Project yang http://query.nytimes.com/search/sitesearch/?action=click&contentCollection®ion=TopBar&WT.nav=searchWidget&module=SearchSubmit&pgtype=Homepage#/Nurdin Halid merupakan dana tahunan yang diberikan oleh FIFA. Pada tahun 2011 FIFA menegaskan bahwa Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) tidak lagi layak untuk memerintah dan telah menghapuskan Komite eksekutif PSSI dan menggantikannya dengan Komite Normalisasi yang terdiri Golkar dari orang-orang sepakbola Indonesia yang terpilih. Selain itu FIFA juga melarang presiden kontroversial Nurdin Halid untuk mencalonkan diri di dalam asosiasi.

Dia telah menggunakan kekuatannya sebagai ketua untuk sepakbola yang dipolitisasi. Semua pemrotes percaya bahwa Sepakbola Sulsel harus dipertahankan sebagai olahraga di mana orang-orang dari latar belakang ras, agama dan politik yang berbeda dapat berbagi semangat dan cinta yang sama untuk suatu permainan.

Apakah nasib yang sama asosiasi sepakbola Indonesia akan mirip dengan Sulawesi Selatan apabila dia berkuasa. Kemudian orang Sulsel akan menyadari kesalahan besar yang telah mereka lakukan ketika mereka memilih pria ini sebagai gubernur mereka. Akankah protes dan demonstrasi massa cukup seperti masa lampau? Di mana sekelompok orang menuntut pengunduran dirinya untuk melanjutkan kekuasaan buat kali yang ketiga. Kesalahan bisa selalu dilupakan dan dimaafkan, tetapi apakah pantas menempatkan hidup mereka di tangan Nurdin Halid jika ia menjadi gubernur Sulsel di masa depan.